Elemen dan Biaya Bangunan

Biaya pembangunan :
Komponen struktur = 21% ~ 46% dan Komponen dinding jadi = 6% ~ 14%. Asumsi bata merah 5.5x11x22cm = Rp. 650 / biji dan bata ringan 60x20x10cm = Rp. 9000 / biji ~ dinding jadi,  harganya hampir sama. Harga bata ringan hanya + 42% dari dinding jadi. Struktur lebih hemat, pelaksanaan lebih cepat, ketersediaan terjamin, lebih rapi, lebih aman gempa. “Bata ringan yang hanya 2% ~ 6% dapat menghemat struktur yang bobotnya 21% ~ 46%”.

Biaya Penggunaan Gedung :
Energi adalah komponen biaya terbesar. Pada sebagian besar gedung, HVAC adalah komponen energi terbesar. Pendingin udara (AC) pada daerah tropis atau pemanas pada daerah dingin cenderung nyala hampir sepanjang hari. Untuk menghemat, perlu mencegah masuknya panas matahari berlebihan (daerah tropis). Bata ringan BJ = 600-800 kg/m3 ~ hantaran panas = 0.1-0.2 KCal/mh°C Bata merah BJ = 1600-2000 kg/m2 ~ hantaran panasnya 0.8-1.5 Kcal/mh°C. “Perlu bata ringan yang senantiasa punya nilai hantaran panas rendah”.

Biaya Perawatan Gedung:
Perlu perawatan berkala agar gedung awet. Kebanyakan perawatan cukup aspek non-struktural terkait cuaca dan lingkungan. Masuknya air tanah, hujan, air KM dsb, melalui dinding adalah salah satu penyebab utama kerusakan non-struktural dan struktural. Bila dinding menyerap air, semuanya lembab dan sumber air sulit dilacak ; permukaan berjamur, cat terkelupas dan tulangan struktur berkarat / keropos. Bila dinding menyerap air, menjadi berat, dapat melampaui desain strukturnya, resiko gempa bertambah, juga nilai rambatan panas dan suaranya bertambah. “Perlu bata ringan yang resapan air & kapilaritas rendah”